Oke, masih pada masalah gigi. Kali ini aku akan berbagi soal retainer gigi. Mungkin ada yang masih awam dengernya ya. Aku pun juga baru denger ketika mau dipasang setelah selesai melepas behel gigi.
Ya, setelah 2 tahun akhirnya lulus juga jadi alumni behel gigi. Ada yang sama? haha. Pengalaman yang menyenangkan dan menyakitkan juga. Sakit pas awal-awal dipasang, bolak-balik kontrol, dan kadang-kadang ada terasa mengganjal di dalam mulut. Tapi karena aku menganggap sebagai hal baru alhamdulillah nya dibawa senang aja.
Alhamdulillah sekarang gigi sudah lebih rapi dibandingkan sebelumnya. Sebagai pengingat, gigiku dipasang behel saat awal-awal tiba di Makassar waktu itu Agustus 2023 karena memang sudah lama juga ada beberapa masalah pada gigi yang sebelumnya tidak rapi. Utamanya karena kesehatan, bonusnya adalah dapet estetis juga.
Setelah behel terlepas dari gigi, ternyata masih ada langkah selanjutnya yang harus dilakukan, yaitu mempertahankan posisi gigi yang sudah direposisi yang sudah dipasang behel. Sesuai namanya, secara harfiah retainer berarti penahan, yaitu mempertahankan posisi gigi yang ada agar tidak kembali seperti sebelumnya. Katanya, gigi yang sudah berubah posisinya akan bisa kembali ke posisi sebelumnya (relapse) jika tidak dipertahankan dengan alat khusus.
Masuk akal juga, karena selama 27 tahun gigiku terpasang tidak pernah diintervensi, sehingga otot dalam rahang punya masih memiliki memori atas posisi gigi yang baru tersebut. 27 tahun tidak pernah diganggu lalu dalam waktu 2 tahun diubah posisinya secara signifikan, makanya butuh ada bantuan alat agar tidak balik lagi ke posisi semula.
Nah alat ini namanya Retainer gigi. Retainer ini harus rajin dipasang agar gigi tidak kembali seperti semula. Karena ada pengalaman yang aku baca ada pasien yang sudah pasang behel bertahun-tahun namun karena malas pakai retainer akhirnya giginya kembali seperti semula seperti sebelum dibehel. Sayang sekali pasti, sudah keluar biaya dan waktu yang tidak sedikit. Ya, perjuangan belum berakhir sodara-sodara.
Infonya, ada beberapa jenis retainer gigi dengan beberapa keunggulan dan kekurangan. Kebetulan yang aku pasang adalah retainer gigi jenis plastik yang bisa dilepas-pasang berwarna bening (clear retainer). Oke aku jelaskan yang clear retainer dulu.
Clear Retainer
Retainer berwarna bening transparan yang bentuknya disamakan persis seperti rahang yang sedang dicetak. Jadi saat setelah dilepas behelnya gigiku diminta untuk menggigit semacam gelatin yang kemudian nanti akan terbentuk sesuai dengan gigitan. Dari gelatin itu akan dijadikan dasar sebagai cetakan retainer gigi yang akan dibuat.
Secara penampilan tidak terlihat, bahkan nyaris tidak terlihat kalo sedang memakai retainer karena memang transparan. Hanya saja harus dirawat dengan baik karena bisa meleleh mengingat bahannya plastik. Oleh karena itu ketika membeli retainer jenis ini akan dibawakan semacam casing menyerupai gigi agar tidak berubah bentuk retainer nya. Selain itu, retainer jenis ini juga bisa pecah kita tertimpa benda yang berat, meskipun sudah kokoh sebetulnya.
Biaya pembuatan clear retainer ini Rp600.000 kalo di tempat aku pasang kemarin. Beda tempat beda harga yang jelas, tapi retainer jenis ini memiliki harga yang relatif moderat (tengah-tengah) jika dibandingkan yang lain. Berkisar antara 750.000 - 1.250.000 Proses pembuatannya tidak terlalu lama juga, kurang lebih 2 minggu. Setelah ini nanti akan dicoba apakah sudah sesuai atau belum ketika dipasang.
Clear retainer yang aku pakai ini kurang lebih sudah 5 bulan terpakai dan aku pakainya sebelum tidur sehabis sikat gigi saja. Besok paginya dilepas lagi, lalu dipasang kembali saat menjelang tidur. Begitu seterusnya.
Hawley Retainer
Retainer jenis ini berbentuk seperti kawat menyerupai behel juga, dan dipasang di bagian depan gigi. Secara penampilan akan mirip dengan behel juga, hanya saja tidak sebanyak behel kawatnya, dia hanya melintang dari ujung ke ujung gigi. Aku tidak memilih opsi ini karena sudah tidak ingin terlihat pemasangan kawat lagi dan bersifat semi permanen,
Hanya saja infonya kalo memakai Hawley Retainer akan terasa masih memakai kawat dan terasa mengganjal. Mengingat pemasangannya ada di depan, meskipun tidak sebanyak behel tapi katanya akan masih ada sensasi mengganjal. Itulah alasanku kenapa tidak memilih opsi retainer jenis ini. Rasa terpasang behel masih ada.
Secara biaya memang paling murah retainer jenis ini, berkisar antara 500.000-1.000.000.
Fixed Retainer
Yang ketiga adalah retainer permanen. Hampir sama dengan Hawley Retainer, retainer permanen ini juga berbasis kawat, hanya saja pemasangannya dilakukan di belakang gigi. Karena permanen jadi tidak perlu lepas pasang seperti clear retainer. Tapi karena ini permanen sehingga secara berkala diperlukan kontrol agar terjaga kebersihannya. Selain itu ada potensi lepas juga retainer ini sehingga harus kontrol ketika lepas.
Inilah alasan kenapa aku tidak memilih retainer jenis ini. Meskipun secara estetika tidak terlihat juga karena berada di bagian belakang gigi namun karena permanen nya itu yang membuatku tidak ingin merasa seperti dipasang behel lagi.
Secara biaya, retainer jenis ini yang paling mahal dibandingkan dua yang lainnya, karena memang permanen. Berkisar antara Rp1.000.000-1.500.000
Setiap retainer memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing, silakan sesuaikan dengan kebutuhan kalian. Ada yang ingin dipakai saat tertentu saja meskipun harus lepas pasang, maka Clear Retainer lah pilihannya. Mungkin ada juga yang justru pingin terlihat sedang memasang kawat karena sebagai aksesoris, maka Hawley Retainer lah pilihannya. Ingin yang tidak ribet lepas pasang, maka Fixed Retainer lah pilihannya. Pertimbangan setiap orang berbeda, silakan.
Memang kalo dipikir-pikir ternyata merawat gigi ini sudah satu pekerjaan sendiri ya haha. Mungkin karena ini juga kenapa dibuat fakultas keilmuan sendiri di kedokteran. Bahkan sampai ada spesialis nya juga. Poinnya adalah, memang pemberian Tuhan ini tidak murah. Kita diminta merawat dengan baik, jika memang tidak dirawat dengan baik pasti akan ada biaya yang keluar. Makanya, jangan lakukan perilaku merusak agar titipan Tuhan ini tidak rusak saat nanti dikembalikan pada yang punya. Rutin gosok gigi, rutin kontrol, tidak merokok, tidak minum berkarbonasi mungkin jadi beberapa cara agar gigi tetap terawat dengan baik.
Nah, itu tadi sekilas tentang retainer gigi. Selamat membaca dan semoga bermanfaat ya. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.

No comments:
Post a Comment