Kita lanjut ya, masih soal gigi. Kalo kemarin soal retainer, sekarang proses implantasi gigi. Semacam masang gigi palsu, tapi lebih permanen dengan dikasih semacam akar buatan berbahan logam gitu di rongga gusinya. Kemudian baru dipasang mahkota gigi buatan nya.
Oke, sebagai pengingat, jadi pas behelku dipasang kemarin salah satu tujuannya adalah mau memutar gigi seri bagian kanan atas yang awalnya miring jadi menghadap depan dengan baik. Nah, saat mau rotasi gigi seri itu mengharuskan ada gigi yang harus dicabut supaya ada ruang untuk berputar. Sebetulnya sudah sempat coba untuk digeser menggunakan behel, tapi selama 2 bulan tidak ada pergerakan signifikan karena akarnya terlalu kuat. Diambillah opsi kedua dengan mencabut gigi supaya ruangnya lebih luas untuk memutar, yang mana opsi ini aku tidak terlalu pilih karena sayang juga gigi asli harus dicabut. Tapi karena sudah ada di tengah jalan, ya kita lanjutkan.
Akhirnya dicabutlah gigi taring ku di rahang bagian kanan atas di sebelahnya sehingga jadi ada ruang yang memungkinkan gigi seri yang harus diputar tadi.
Sebelum melakukan implan gigi, tentunya aku survei dulu di beberapa fasilitas kesehatan yang ada di Makassar. Sebagai informasi implan gigi ini tarifnya cukup mahal karena mungkin memang permanen ya, kisaran 15-20 jt tergantung tempatnya. Tak lama kemudian setelah ngobrol dengan teman sekantor maupun baca komentar dan review jatuh kepada Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Hasanuddin (Unhas).
Pengecekan
Sebelum diimplan tentunya melakukan penjadwalan dulu dengan dokternya untuk dilakukan cek dulu dengan diceritakan kondisi gigiku sebelumnya. Setelah beberapa kali pertemuan akhirnya dilakukanlah tindakan.
Pemasangan bone graft
Tindakan pertama yang dilakukan pertama kali adalah penambahan tulang dengan diberikan bone graft, semacam lapisan tambahan karena setelah dicek tulang rahang bagian atasku terlalu tipis untuk dipasang implan, ditakutkan jika dipasang justru tidak terpasang dengan baik. Tujuannya adalah untuk membuat tulang rahangku lebih tebal, Pemasangan bone graft ini semacam bubuk yang dilarutkan kemudian ditambalkan di tulang rahang bagian atas. Gambarannya seperti sedang nyemen / ngecor lantai lah ya, berwarna putih agak berpasir gitu. Karena dipasang di tulang, sehingga diharuskan ada tindakan operasi kecil untuk dibuka dulu gusinya untuk menjangkau tulangnya. Obat yang dikonsumsi selama pemulihan ini hanya antibiotik dan pereda nyeri jika dibutuhkan. Pemulihannya kurang lebih selama 2 bulan dengan kontrol rutin seminggu sekali.
Pemasangan healing abutment
Selanjutnya setelah bone graft sudah terintegrasi dengan baik dengan tulang dan sudah pulih betul baru dilakukan pemasangan implan, atau disebut healing abutment. Tujuannya adalah untuk rumah nanti pemasangan mahkota giginya. Jadi di dalamnya ada semacam uliran untuk nanti dipasang mahkota giginya. Gambarannya seperti masang sekrup ya. Kemudian atasnya ditutup agar tidak kemasukan benda asing. Pemulihan pemasangan healing abutment ini kurang lebih 1 bulan. Tidak ada kontrol selama pemasangan healing abutment ini, hanya jika ada keluhan saja.
Pencetakan mahkota gigi
Setelah healing abutment pulih, baru kemudian dilakukan pencetakan mahkota giginya. Ini dilakukan dengan cara menggigit silikon yang kemudian dijadikan dasar sebagai blueprint cetak mahkotanya. Setelah itu memilih warna mahkota gigi mana yang sesuai dengan warna gigi sebelahnya agar terlihat tidak aneh. Yang jadi catatan saat proses pencetakan mahkota gigi ini adalah ukurannya harus presisi karena jangan sampai terlalu kecil sehingga menjadi ada celah antar gigi yang memungkinkan adanya sisa makanan yang masuk. Pun tidak boleh terlalu lebar karena jadi tidak pas nanti ketika dimasukkan ke dalam rahang. Proses pencetakan ini kurang lebih 1 bulan.
Pemasangan mahkota gigi
Mahkotanya jadi, barulah dipasang di lokasi implan tadi. Yang tidak aku kira sebelumnya adalah aku kira setelah dipasang mahkotanya urusannya selesai, ternyata kadang-kadang masih ada keluhan juga. Yang paling sering adalah goyang. Kemarin pengalamanku bahkan pernah sampai lepas mahkotanya. Tapi pada akhirnya alhamdulillah sampai sekarang tidak ada masalah lagi. Semoga tetap aman sampai nanti dan permanen.
Ya, itulah perjalanan merawat gigiku selama di Makassar. Semoga bermanfaat dan bisa jadi referensi. Maaf jika ada yang kurang berkenan pada tulisan. Sampai ketemu di tulisan selanjutnya.

No comments:
Post a Comment