Sunday, 18 January 2026

#BerbagiSaja, Gigi: Retainer


Oke, masih pada masalah gigi. Kali ini aku akan berbagi soal retainer gigi. Mungkin ada yang masih awam dengernya ya. Aku pun juga baru denger ketika mau dipasang setelah selesai melepas behel gigi.

Ya, setelah 2 tahun akhirnya lulus juga jadi alumni behel gigi. Ada yang sama? haha. Pengalaman yang menyenangkan dan menyakitkan juga. Sakit pas awal-awal dipasang, bolak-balik kontrol, dan kadang-kadang ada terasa mengganjal di dalam mulut. Tapi karena aku menganggap sebagai hal baru alhamdulillah nya dibawa senang aja.

Alhamdulillah sekarang gigi sudah lebih rapi dibandingkan sebelumnya. Sebagai pengingat, gigiku dipasang behel saat awal-awal tiba di Makassar waktu itu Agustus 2023 karena memang sudah lama juga ada beberapa masalah pada gigi yang sebelumnya tidak rapi. Utamanya karena kesehatan, bonusnya adalah dapet estetis juga.

Setelah behel terlepas dari gigi, ternyata masih ada langkah selanjutnya yang harus dilakukan, yaitu mempertahankan posisi gigi yang sudah direposisi yang sudah dipasang behel. Sesuai namanya, secara harfiah retainer berarti penahan, yaitu mempertahankan posisi gigi yang ada agar tidak kembali seperti sebelumnya. Katanya, gigi yang sudah berubah posisinya akan bisa kembali ke posisi sebelumnya (relapse) jika tidak dipertahankan dengan alat khusus. 

Sunday, 11 January 2026

#SeparuhRenungan, Bagian 5 (Jalan Rezeki)



Halo, semuanya. Jumpa lagi di tulisan ini pada segmen #SeparuhRenungan

Maaf lama menghilang, karena ternyata banyak tambahan aktivitas baru setelah predikat berubah menjadi bapak hahaha. Terakhir aku cek ternyata nulis terakhir 31 Agustus 2024, sudah satu tahun lebih.

Kepikiran mau menulis bagian ini lagi karena ada yang memantik soal keresahan yang aku punya. Ada yang mengirimkan sebuah chat di grup perumahan. Tulisannya sederhana saja sebetulnya.

“Dalam tulisan tersebut, digambarkan seorang perempuan tua yang rela meninggalkan dagangannya di sebuah pasar agar bisa menunaikan salat tepat waktu ”

Bayangkan, di tengah-tengah pasar yang riuh seorang perempuan yang mungkin sedang butuh sekali untuk segera terjual barang dagangannya karena keluarganya membutuhkan uang untuk membeli kebutuhan keluarga, namun tetap menyempatkan salat tepat di samping dagangannya setelah suara azan berkumandang. Mungkin kalo kita yang mengalaminya kita akan melanjutkan berdagang sampai pasar tutup karena kalo kita tinggalkan dengan aktivitas lain, barang dagangan kita akan ada yang mengambil dan kita akhirnya rugi. Aku baca chat tersebut sampai selesai lalu jadi teringat aku pernah juga membicarakan hal ini.

Sunday, 13 April 2025

#BerbagiSaja, Gigi: Behel



Setelah sebelumnya aku berbagi tentang pengalaman gigi impaksi yang harus dicabut, kali ini aku mau berbagi tentang pemasangan behel gigi.

Behel gigi ini aku pasang waktu sudah di Makassar, kurang lebih sudah hampir dua tahun terpasang. Secara umum, setahu aku masang behel pada gigi tujuannya lebih kepada estetis dibandingkan aspek kesehatan, meskipun secara tidak langsung juga memengaruhi juga aspek kesehatannya ketika gigi sudah tertata, rapi, dan sesuai dengan standar.

Apakah gigi kurang estetik?

Kalo dibilang estetis, memang gigiku kurang estetis hahaha. Bukan karena tidak bersyukur atas pemberian Tuhan, tapi karena aku waktu itu kurang pandai merawatnya. Namanya anak kecil waktu itu ya, sering makanan manis, tidak menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur, dan lainnya. Sehingga saat tumbuh kurang rapi. Padahal gigi ini kan akan terus ada sampai nanti kita wafat. Akhirnya baru kurang nyaman ketika sudah besar, baik karena tidak pede maupun tidak estetik haha.

Sebetulnya persoalannya tidak terlalu besar, hanya 1 gigi seri ku yang kurang rapi. Posisinya tidak menghadap depan, tapi ke samping. Ini sudah berlangsung sejak SD kelas 4 kalo nda salah. Nah, ini penting. Karena gigi itu everlast ya, jadi kalo aku bilang jadi investasi juga. Artinya harus merawat dengan baik dari kecil, supaya ketika besar tidak insecure haha.

Apakah ada masalah kesehatan?

Ada, meskipun minor. Atas miringnya gigiku akhirnya berdampak pada sisa makanan yang mudah menyangkut di sela gigi dan menyebabkan karang gigi lalu berlubang. Jadi daripada lebih parah dan justru nanti harus dicabut karena giginya masih bisa dicegah dan diselamatkan lebih baik dipasang behel sejak dini.

Masalah lain adalah jadi mudah berdarah ketika disikat gigi, yang menyebabkan kurang nyaman. Lama kelamaan akhirnya gusinya bengkak dan berakibat menjadi gingivitis. Ini juga cukup mengganggu meskipun secara kesehatan juga tidak terlalu berbahaya.

Monday, 21 October 2024

#BerharapLucu, Bagian 5 (Mendadak Panggilan Alam)



Mungkin banyak dari kalian sewaktu sekolah mengalami kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan. Lebih tepatnya karena diri sendiri, salah satunya adalah pup di celana. Nda tau kenapa, waktu kecil kaya syaraf otak dengan pantat seperti masih belum terhubung dengan baik. Kita masih pingin nahan pup tapi kenapa yang bawah tiba-tiba nda bisa nahan. Ya itulah masa kecil. 

Pengalaman pup di celana terdengar sering pas SD, bukan aku ya tapi temanku. Ada beberapa kejadian memang yang aku liat sendiri, untungnya nda ngalamin. Yang paling aku inget kejadian pup di celana adalah waktu ujian pelajaran Bahasa Jawa. Waktu itu tahun 2005 kalo nda salah, aku masih kelas 3 SD. Seperti biasa murid-murid duduk di tempat masing-masing. Lalu guru pun datang, Bu Kitit namanya, sambil mempersiapkan soal ujian yang nanti dikerjain. 

Sebagai informasi, dulu waktu SD format ujiannya menggunakan kertas buram yang di dalamnya ada soal dan nanti yang sudah selesai bisa langsung dikumpulin ke gurunya, lalu bisa keluar duluan dan pulang. Jadi terasa sekali suasana tegang dan ujiannya, takut kalo yang belum selesai nda pulang-pulang padahal temennya yang lain pada pulang. Kebetulan waktu itu jam terakhir pelajaran.

Saturday, 31 August 2024

#SeparuhRenungan, Bagian 4 (Titipan)


Beberapa waktu lalu di Youtube, waktu itu tidak sengaja menonton wawancara Najwa Shihab dengan Tulus. Di video itu Najwa Shihab kagum dengan lirik lagu yang dibuat oleh Tulus yang selalu dapat dirangkai dengan baik  dan mampu menyentuh emosi pendengarnya. Lalu dengan rendah hatinya Tulus kemudian menjawab


“... Saya sebagai orang yang dititipi kemampuan (oleh Tuhan) untuk menulis lirik lagu merasa senang (ketika berdampak baik) karena merasa ada nilainya dengan apa yang saya perjuangkan….”


Setelah dengar pernyataan itu aku langsung kepikiran nulis tulisan ini

Tulus diberikan “titipan” berupa kemampuan menulis lirik lagu. Paling tidak kita tahu dan ikut mendengarkan lagu yang dibuat oleh Tulus mungkin mampu membuat sebagian dari kita menjadi bahagia, haru, tenang, dan mungkin emosi baik lainnya. Artinya kita tahu bahwa titipan Tuhan yang diberikan kepada Tulus berupa kemampuan menulis lirik lagu tersebut dimanfaatkan dengan baik dan memberikan dampak baik juga ke pendengarnya.

Tapi memang benar, semua yang kita dapatkan di dunia ini memang  “titipan”. Kadang ada orang yang merasa sesumbar atas pencapaian yang didapatkannya merasa bahwa ini semua karena dirinya. Padahal antara dirinya dengan pencapaiannya ada perantara Tuhan, kalau Tuhan tidak menitipkan kemampuan itu kepadanya, mungkin semua pencapaiannya tidak akan pernah ada. 

Saturday, 10 August 2024

#BerbagiSaja, Donor Darah Plasma Konvalesen



Lanjut di tulisan kali ini ya

Setelah kemarin aku berbagi tentang pengalaman donor darah, lebih lanjut kali ini spesifik tentang donor darah plasma konvalesen

Agak segmented tapi ndapapa, mau cerita aja semoga berguna buat kalian

Iya, jadi kemarin waktu Pandemi COVID-19 aku sempat kena juga. Kurang lebih 2 minggu waktu itu isolasi sampai akhirnya dinyatakan negatif dan bisa keluar.

Singkat cerita waktu itu memang karena COVID-19 ini penyakitnya baru akhirnya banyak cara dari tenaga medis waktu itu menyarankan beberapa hal salah satunya ada dengan cara donor darah plasma konvalesen bagi penyintas COVID-19 dengan syarat tertentu. Karena aku juga penasaran seperti apa, cari-cari info lah. Kebetulan waktu itu aku memenuhi syarat untuk  bisa menjadi donor darah plasma konvalesen, karena nda semua orang bisa donor waktu itu. Ada batas antibodi minimum yang harus dipenuhi supaya bisa donor, Waktu itu alhamdulillah aku ada di atas ambang batas. Akhirnya, nyobalah.

Waktu itu aku lagi di Surabaya, kebetulan fasilitas transfusi darahnya baik sehingga bisa mengakomodasi jenis donor darah salah satunya plasma konvalesen, karena tidak semua Unit Donor Darah (UDD) mempunyai fasilitas yang memadai. Menurutku karena tidak semua UDD punya fasilitas yang memadai, dan kebetulan di Kota Surabaya tempat aku tinggal memadai. Kebetulan aku juga memenuhi persyaratan untuk pendonor, mungkin ini juga pertanda kalo aku diberikan kesempatan untuk menolong orang lebih banyak

Oke, mungkin pertanyaan yang muncul adalah apa perbedaannya dengan donor darah biasanya?  Aku akan cerita dari pengalamanku dan yang aku tau ya

Monday, 17 June 2024

#BerbagiSaja, Donor Darah



Halo semua, kita ketemu lagi

Kali ini aku mau berbagi tentang pengalaman donor darah.

Mungkin teman-teman disini sudah ada yang pernah donor darah, atau rutin bahkan atau justru belum pernah karena tidak tahu atau takut. Di tulisan ini aku mencoba untuk meyakinkan kalian agar mau dan berani donor darah. Semoga bisa bermanfaat dan menggerakkan.

Sesuai namanya, donor darah adalah mendonorkan sebagian darah kita untuk disimpan dan diberikan kepada orang lain ketika ada yang membutuhkan. Biasanya 1 kantong darah itu sekitar 250-450 ml tergantung ukuran kantongnya. Orang yang mendonor darah namanya Pendonor, orang yang menerima darah kita namanya Resipien. Donor darah penting untuk kita lakukan baik dari sisi kesehatan, sosial, maupun agama dalam hal ini. 

Kebutuhan darah di Indonesia adalah 2% dari total jumlah penduduknya, artinya kita butuh 5,5 juta kantong darah setiap tahunnya (asumsi jumlah penduduk Indonesia sekarang 275,5 juta jiwa). Kalo kita asumsikan setiap orang mampu mendonor darahnya 5 kali dalam setahun (frekuensi donor darah laki-laki 2 bulan sekali, perempuan 3 bulan sekali), artinya butuh sekitar 1,1 juta orang setiap tahun yang melakukan donor secara rutin. Cuma masalahnya belum tentu orang tahu, belum tentu orang mau, belum tentu orang sempat. Jadi ayo kita tingkatkan kesadaran harus kita mulai dari sekarang setelah baca tulisan ini.

Saturday, 11 May 2024

#BerbagiSaja, Tips TOEFL (atau sejenisnya)



Kali ini aku akan bahas tentang tips TOEFL.

Beberapa kali mungkin di #BerbagiSaja sebelumnya aku sering nyebut TOEFL.

Aku kurang tau masih relevan atau tidak TOEFL sekarang sebagai salah satu persyaratan administrasi untuk seleksi pekerjaan, beasiswa, atau lainnya ya tapi semoga ini membantu.

Iya, jadi di zamanku dulu memang TOEFL ini hampir pasti dipakai sebagai salah satu persyaratan administrasi untuk seleksi pekerjaan ya, apalagi beasiswa. Mengingat mungkin dalam operasionalnya akan menggunakan bahasa inggris dalam komunikasi di dalamnya. Sebetulnya cukup banyak jenis tes Bahasa Inggris yang ada ya, tapi yang paling umum digunakan sebagai salah satu syarat kayanya TOEFL ini. Kalo setauku ada TOEIC, IELTS, TOEFL pun ada IBT, PBT, ITP nanti aku mau jelasin dikit. Memang tergantung kebutuhannya, dan masing-masing punya standarnya atau disetarakan. Oke kita mulai ya.

 

1.      Pastikan Jenis Tes

Seperti yang aku bilang di atas, tes bahasa inggris jenisnya banyak, nda cuma TOEFL. Ada TOEIC, IELTS. Kalo aku kemarin masing-masing kampus punya standar sendiri. UGM punya ACEPT, PLTI punya TOEP. Kebetulan aku pernah coba kerjain TOEP, TOEIC, dan TOEFL. Menurutku, yang paling sulit di antara itu memang TOEFL.

 

Sebelum ambil tes TOEFL tanpa ada dasarnya mending riset dulu. Jangan-jangan yang dibutuhkan jenis tes lain, karena belum tentu akan diterima di instansi tempat kita nantinya mau daftarkan.

Sunday, 7 April 2024

#BerbagiSaja, Pengalaman Beasiswa Scholarship for Future Business Leader 2019 Master of Business Administration Universitas Gadjah Mada





Salam.

Sehat selalu semuanya ya. Semoga hari demi hari kita bisa menjadi orang yang lebih baik lagi.

 

Oke kali ini aku mau cerita tentang pengalaman beasiswa yang pernah aku ikutin dan alhamdulillah diterima pada waktu itu, tapi dengan berat hati harus mengundurkan diri. Beberapa kali aku sebut memang di tulisanku ya. Jadi kali ini aku mau cerita lebih detail.

Terus terang untuk pengalaman beasiswa ini cukup seleksional dengan sistematis menurutku di MM UGM ini. Jadi waktu itu memang sedang berikhtiar di dua pilihan, mau meneruskan S2 dengan beasiswa atau bekerja.. Karena waktu itu aku memasang target pribadi untuk memberikan tenggat waktu jika dalam waktu 1 tahun belum dapat pekerjaan, akhirnya secara paralel aku mencoba beasiswa. Waktu itu memang aku sudah menarget dari awal ingin masuk di MM UGM. 

Satu, karena memang sudah mempunyai akreditasi nasional dan internasional. Dua, karena sudah kenal Jogja seisinya. Tiga, karena dari dulu pingin banget kuliah di UGM, maklum waktu SNMPTN nda diterima hehe. Sekilas mengenai MM UGM mungkin aku bisa lampirkan beberapa screenshot dari web nya langsung ya. Jadi ada program Pra-MBA untuk mereka yang dulunya bukan berasal dari jurusan manajemen dan membutuhkan orientasi (CMIIW). Selanjutnya di MM UGM ada program penjurusan atau konsentrasi, waktu itu aku ngambil Entrepreneurship karena basic nya karena aku sudah di Agribisnis ya. Bayanganku mau buat usaha aja setelah lulus waktu itu. Selain itu di dalam MM UGM juga ada sertifikasi yang bisa diambil untuk menambah profesionalisme.

Friday, 29 March 2024

#BerbagiSaja, Pengalaman Rekrutmen Graduate Trainee Program (GTP) PT Coca Cola Amatil Indonesia

Mau cerita lagi tentang pengalaman rekrutmen yang menurutku cukup memorable waktu itu dari PT Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI). Kenapa? karena ada beberapa test yang cukup berbeda dengan tes rekrutmen yang lain dan saat tes, baik komunikasi maupun tesnya, secara penuh menggunakan bahasa inggris.

Waktu itu aku lamarnya waktu ada job fair, tepatnya di Job Fair UGM (terima kasih UGM, sudah memberikan wadah  untuk mendapatkan pengalaman berharga). Jadi prosesnya berjalan cukup cepat menurutku, dari awal hingga akhir praktis cuma 2 minggu aja. Karena di Interview User nda lolos aku nda tau habis itu ada tes apalagi. Aku lagi nyari-nyari dokumen ketika rekrutmen dulu pas di CCAI untungnya masih ada beberapa di email dan di hard disk. Oke kita mulai ya.


Sunday, 17 March 2024

#BerbagiSaja, Pendidikan: Memilih Jurusan


Halo semua

Tulisan kali ini buat kalian yang sedang bersekolah, khususnya buat yang SMA atau Perguruan Tinggi. Penting menurutku, karena waktu zamanku (waktu aku SMA dan Perguruan Tinggi maksudnya) itu kalo aku bilang cukup banyak teman-teman yang bingung, tidak punya arah, atau belum bisa menentukan pilihan jurusan. Akhirnya yang terjadi tidak sesuai dengan harapan karena bisa dibilang "sembarangan". Aku tidak ingin banyak generasi setelah ku yang masih bingung pada fase itu. Semoga tulisan ini dapat membantu

 Sebagai contoh saat memilih jurusan IPA atau IPS sewaktu SMA dan memilih jurusan program studi ketika Perguruan Tinggi. Banyak dari temanku yang kudengar ketika memilih Jurusan IPA atau IPS waktu SMA aku dengar

 "Aku masuk IPS aja lah, temenku banyak disana."

"Aku masuk IPS aja lah, biar keren."

"Aku masuk IPS aja lah, lebih nyantai."

Jadi, stereotipe Jurusan IPS waktu itu kalo aku lihat terbilang cukup negatif dibandingkan Jurusan IPA. Teman-teman yang secara nilai tidak masuk di Jurusan IPA secara otomatis dimasukkan ke jurusan IPS. Seolah-olah jurusan IPS ini berisi murid yang nilainya kurang baik karena tidak lolos di Jurusan IPA. Menurutku persepsi ini muncul karena sistem pendidikan kita yang mengatasi hal tersebut dengan cara yang kurang tepat.  Padahal tidak ada yang lebih baik ataupun lebih buruk, semua sama baiknya.

Persoalan tersebut seharusnya ditanyakan kepada murid yang bersangkutan agar ke depan proses pembelajaran bisa sesuai dan lancar. Banyak juga yang milih jurusan IPS karena memang dia ingin fokus pada mata pelajaran tertentu dan nanti ketika Perguruan Tinggi dia bisa sejalan dengan apa yang dia kerjakan. Yang mana ini bagus. Makanya sistem pendidikan sekarang punya tagline  #MerdekaBelajar. 

Sunday, 21 January 2024

#BerharapLucu, Bagian 4 (Tukang Cukur Dwifungsi)


Semenjak di Makassar, aku cukup susah mencari tempat cukur yang tepat. Jika di Ponorogo, dekat rumah ada tukang cukur langgananku sejak SMA, praktis sudah 10 tahun aku cukur kesitu kalo lagi di Ponorogo. Lebih tepatnya, aku cari tempat cukur yang terjangkau, terjangkau dari sisi jarak dan terjangkau dari sisi tarif. Hasil belakangan, soalnya gaya rambutku dari dulu begitu-begitu aja. Ga susah, jadi semua tukung cukur seharusnya bisa. Kecuali kalo mereka waktu cukur pake kaki, mungkin hasilnya akan beda.

Pernah waktu SMA dulu aku sampai ditegur temanku karena gaya rambutku yang ga pernah berubah dari SD. Kebetulan dia teman dari SD, SMP, SMA. Nuril namanya. Nuril ini keren, dulu waktu SD sampe SMP pulang berangkat sekolah selalu naik sepeda, kami selalu bareng mau berangkat atau pulang. Udah macam pacar sendiri, tapi cowok. Gimana ya, sulit menjelaskannya. Yang jelas kami berdua normal.

Oke, kenapa ini jadi bahas Nuril. Jadi waktu itu aku sama Nuril lagi di kantin sekolah makan siang di tempat favorit kami, Pecel Bu So. Tentunya ada teman-teman kami yang lain duduk di kiri-kanan, supaya kami tidak dikira ada hubungan khusus. Ga tau kenapa tiba-tiba masuk ke topik rambut. Mungkin mereka notice karena aku kemarin bilang habis cukur.

Sunday, 24 September 2023

#SeparuhRenungan, Bagian 3 (Nilai)


Sejauh mana kita pernah mengukur seberapa bernilainya kita dalam hidup?

Atau kita coba mundur dulu dari pertanyaan mendasarnya, pentingkah kita mempunyai nilai dalam hidup kita? Jangan-jangan tidak. Untuk apa?

Tapi jika kita selama ini tidak bernilai untuk apa kita hidup selama ini tapi tidak menghasilkan atau memberikan apa-apa?

Pertanyaan-pertanyaan itu sering mengganggu dan muncul tiba-tiba hingga membuat termenung sejenak. Apalagi jika sewaktu sendiri dan Ketika sedang mendengarkan orang lain secara tidak sengaja lalu kita tertohok dengan beberapa perkataan yang sebetulnya tidak ditujukan kepada kita. Pun Ketika sedang mendengarkan podcast atau membaca buku yang bertema self improvement lalu membuat kita terdiam kemudian menutup buku lalu kemudian kita mengingat sesuatu yang penting dan menulis hal-hal apa yang akan dikerjakan selanjutnya.

 

“Hal bernilai apa yang sudah dikerjakan? Hal bernilai apa yang akan dikerjakan selanjutnya?”

 

Sunday, 6 August 2023

#BerbagiSaja, Gigi: Impaksi


Berawal dari hidup yang sekarang sudah beristri dengan seorang dokter. Sekarang kayanya mau melakukan apapun selalu dikaitkan dengan kesehatan hahaha. Termasuk kesehatan gigi, padahal istri bukan dokter gigi, tapi dokter umum, karena masih saja nyerempet-nyerempet dengan dunia kesehatan ya jadi apa boleh buat saran dan masukannya juga masih bisa diterima. Oiya, mungkin aku tidak menginfo di blog ini ya kemarin aku baru menikah di bulan November 2022, jadi praktis sekarang kurang lebih sudah menginjak bulan ke-9. Cheers to me haha.

Kurang lebih 1 bulan yang lalu aku habis cabut gigi impaksi. Mungkin dari kalian banyak yang belum tau apa itu gigi impaksi. Aku akan bercerita dari sudut pandangku sebagai masyarakat umum dan bukan dari sisi kesehatan ya, meskipun istri orang kesehatan. Iya, mungkin ada yang belum tahu impaksi itu apa. Aku mau cerita apa itu gigi bungsu dulu. Mungkin semua merasakan kalo kita di usia menginjak 20-30 tahun rasanya ada gigi geraham terakhir yang mau tumbuh di paling belakang, namanya gigi bungsu. Biasanya kalo mau tumbuh itu rasanya nyeri sekali sakitnya, bisa 1-2 minggu karena memang tumbuhnya waktu kita sudah berumur dewasa, jadi mungkin dari sisi kepadatan tulang, konfigurasi gigi, syaraf yang sudah terbentuk di dalam rahang, dan faktor lainnya jadi penyebab kenapa rasa sakitnya berbeda dengan ketika kita waktu kecil.

Contohnya misal kita waktu mau khitan sewaktu masih kecil mungkin rasa sakitnya tidak sesakit waktu kita khitan ketika dewasa ya. Karena mungkin dari sisi kecepatan penyembuhan luka, banyaknya syaraf yang sudah tumbuh, dan faktor lainnya. Intinya kalo udah dewasa kayanya ngapa-ngapain akan lebih sakit ya. Termasuk gigi bungsu tadi, rasanya sakit karena kita sudah dewasa, ketika semuanya sudah settle, eh tiba-tiba ada gigi yang mau tumbuh. Sekali lagi aku cerita dari sisi awam ya, bukan kesehatan. Harapannya semoga masih relate.

Sunday, 12 March 2023

#BerbagiSaja, Tentang Local Guides

Halo, semua. Lama tak jumpa
Praktis habis menikah baru sempat post lagi kali ini ya, mohon maaf

Oke, kali ini mungkin aku mau bahas secara umum soal Local Guides yang beberapa waktu lalu aku sempet buat Pre Order T-shirt-nya ya. Tapi waktu itu mungkin belum banyak yang tahu soal Local Guides. Jadi supaya paham lebih dalam lagi aku mau jelasin soal Local Guides, lagi-lagi ini menurut versiku dan sepengetahuanku aja ya, CMIIW.

Mungkin aku mau cerita dulu kenapa jadi seneng kontribusi di Google Maps sebagai Local Guides. Waktu itu kayanya dimulai waktu kuliah karena merantau di Jogja ya, jadi masih awam banget dengan kawasan baru. Akhirnya mau tidak mau harus menjadi digital immigrant yang awalnya tanya-tanya ke orang secara konvensional kalo mau kemana-mana menjadi sepenuhnya percaya apa-kata-Google-Maps hahaha.

Aku rasa memang ternyata membantu banget dengan adanya Google Maps, dengan adanya masukan-masukan dari orang-orang, terlepas memang secara fundamental tetap dibangun oleh Google Maps nya sendiri ya. Aku juga baru tau, ternyata mereka biasanya ngumpulin data pake mobil, namanya Google Maps Street View Car. Jadi memang secara teknis ada mobil yang muter-muter dari jalan ke jalan, kota ke kota untuk memperkaya Google Maps sedemikian rupa seperti sekarang. Ya pastilah ada data pendukung lain ya misal kaya pencitraan satelit, tapi untuk menginventarisasi data secara detil sepertinya tetap butuh bantuan dari banyak pihak. Nah, kurang lebih peran Local Guides ini kaya si mobil itu tadi, yang melengkapi informasi secara detil yang mungkin susah tersentuh oleh pencitraan satelit maupun si mobil itu tadi. Sampe sini semoga paham ya.


Akhirnya karena aku pikir efeknya sebaik dan setulus itu, nyoba-nyobalah akhirnya sesekali kontribusi di Google Maps. Waktu itu inget banget pertama kali aku nambah tempat di Google Maps tempat makan siang langganan aku deket kampus, Lotek Numani kalo nda salah namanya. Lotek itu makanan khas Jogja semacam Rujak Petis, rasanya memang enak, murah, deket kampus lagi. Karena belum ada di Google Maps akhirnya kufoto-foto lah tempatnya, kudetilkan profilnya, dan minta izin ke pemilik warung pastinya. Nah, itulah kontribusi pertamaku sebagai Local Guides. 

Friday, 11 November 2022

#SeparuhRenungan, Bagian 2 (Hidup untuk Mati)


Sesuai judulnya, pernahkah kalian berpikir kalau kita hidup di dunia ini untuk mati?

Kita semua tahu bahwa hidup kita di dunia hanya sementara dan nantinya pasti kematian akan menjadi tujuan akhir dari kehidupan kita di dunia. Selayaknya hidup dan mati, segala sesuatu di dunia ini diciptakan berpasang-pasangan. Baik dengan buruk, cepat dengan lambat, gelap dengan terang dan sebagainya.

Ketika kita tahu bahwa kita hidup untuk mati, lalu apa selanjutnya? Apakah kita hanya merenungi saja tanpa melakukan apapun? Atau justru kita mencoba dengan sebaik mungkin menjadi versi terbaik dari diri kita dalam hal apapun tanpa menghiraukan kapan kita akan mati. Ketika menjadi “luar biasa” atau “lebih baik” adalah sebuah pilihan yang bisa diupayakan, tentunya menjadi “baik” saja bukanlah pilihan yang terbaik.

Pilihan ada di tangan kita masing-masing, Ingin jadi apa kita di dunia ? Ingin dikenal seperti apa kita di dunia? Ingin meninggalkan apa kita di dunia? Jawabannya ada di kita. Tinggal bagaimana eksekusi kita dalam mencapai keinginan tersebut. Sebisa mungkin, jangan sampai kita meninggalkan dunia tanpa berarti apa-apa. Lebih-lebih malah meninggalkan keburukan. Jangan.

Sering sekali aku berpikir, “Apakah aku sudah cukup berarti ya hidup di dunia ini? Terlepas berbagai kekuranganku, kok sepertinya masih banyak yang harus ditunaikan”. Ketika aku berhenti mencoba, di situ aku merasa “Masa kemampuanku Cuma segini saja ya”,  selalu merasa kurang dengan apa yang kuperbuat. Syukur memang perlu, tapi merasa kurang untuk bisa melakukan yang terbaik menurutku lebih penting. Sepertinya aku merasa bersalah kalau menganggur tanpa melakukan apapun.

Thursday, 13 October 2022

#SeparuhRenungan, Bagian 1 (Paksaan)



Hai semuanya, semoga kalian selalu dalam keadaan baik ya.

Lama sekali aku tidak menulis di blog ini, sepertinya satu tahun sejak perilisan buku, atau malah sepertinya lebih ya. Tulisan kali ini dan seterusnya (semoga) akan menjadi seri kedua dari #SedikitRenungan pertama yang sudah rilis sebelumnya. Temanya dinamai dengan #SeparuhRenungan, harapannya ini jadi monumen kedua dan bentuk pengembangan dari #SedikitRenungan beberapa waktu yang lalu. Isinya pun akan kurang lebih sama sekitar pengalaman hidup pribadi yang menurutku punya nilai baik yang bisa diambil di dalamnya.

Banyak sekali hal berubah dalam waktu setahun terakhir ini, pandemi yang perlahan mulai menghilang dan beralih ke era normal yang baru, perkembangan teknologi yang juga sangat pesat dengan internet of thing bahkan internet of people, resesi ekonomi dengan beberapa negara mengalami kebangkrutan dan inflasi hebat, dinamika politik maupun geopolitik yang dipuncaki dengan perang. Seakan peristiwa penting “berkumpul” dalam satu periode. Semua itu mau tidak mau harus kita hadapi dengan “terpaksa”. Kita tidak bisa berbuat banyak hal untuk mengubah semua itu, terjadi-terjadilah.

Begitu pun aku, mungkin juga kalian, dari mulai aku yang juga semakin menentukan arah hidup ingin kemana yang tentunya juga semakin mengaktualisasi diriku, sampai hal-hal dalam hidupku yang harus ditentukan oleh orang lain yang memang harus terlibat di dalamnya. Kadang aku merasa hidupku ditentukan oleh waktu dan orang lain. Waktu menentukan masa, waktu menentukan proses. Tapi ya itulah cara kerja hidup.

Thursday, 8 April 2021

Open Pre Order Buku "refleksi"



Syukurlah, setelah kurang lebih melakukan diskusi dengan penerbit, akhirnya Buku "refleksi" dalam waktu kurang lebih dua minggu ini akan bisa terbit! 

Senangnya, akhirnya bisa sampai juga pada titik ini. Dalam prosesnya, Buku "refleksi" ini sudah memiliki naskah yang fiks, desain cover, maupun filler seperti kata pengantar, prakata, atau biografi. Bagian yang kurang hanya dari sisi layouting saja. Setelah memilih paket penerbitan yang tepat,  lanjutlah dalam proses moderasi dan diskusi dengan penerbit untuk mempertemukan preferensi antara penulis dan penerbit. Tidak memakan waktu yang lama, hanya memerlukan komunikasi yang intens dengan penerbit agar buku yang nantinya terbit bisa sesuai dengan harapan penulis.

Semoga ketika buku ini nantinya terbit bisa memberikan pengaruh yang baik bagi pembacanya dan memberikan inspirasi. Semoga saya juga selalu terdorong dan terpacu untuk bisa berkarya lebih banyak lagi, lebih bermanfaat lagi. Jangan lupa ikut pre order atau bantu promosi ya, terakhir tanggal 13 April 2021 ini lho. Selamat #MencariMakna !




Wednesday, 17 March 2021

Teaser Buku #SedikitRenungan



Sudah setahun sejak pemilihan sampul buku waktu itu. Maafkan atas segala keterlambatan dan kekurangan. In syaa Allah akan terbit dalam waktu dekat. Tunggu perkembangannya. Doakan ya, teman-teman !



Friday, 1 January 2021

#BerbagiSaja, Pendidikan: Habis Kuliah Kalian Ngapain?


Lama sekali nda keurus blog ini hahaha. Hadeh maap maap...

 

Oke, jadi aku kemarin dapet permintaan untuk nulis pengalaman setelah kuliah itu ngapain aja dan ada beberapa kali yang nanya juga soal itu. Berlatar belakang dari itu aku mau share pengalaman pribadiku setelah kuliah yang menurutku biasa-biasa aja ini ke kalian. Masih banyak banget kisah keren di luar sana yang bisa kalian cari dan gali, lalu ambil sisi baiknya buat kalian. So, pick that suits you. Semoga bermanfaat.

 Disclaimer dulu ni, tulisan ini murni pengalaman pribadi dan pandanganku ya, jangan anggap kalo pendapat yang aku tulis adalah yang terbenar. Dan tulisan ini lebih beriorientasi pada konteks nyari pekerjaan.

 Oke, jadi apa yang aku lakukan ketika pertama kali lulus kuliah? Heits, tunggu dulu, sebelum ngomongin soal lulus kita harus siapin dulu semuanya sebelum lulus, karena banyak kesempatan yang hanya bisa diambil ketika kita menjadi mahasiswa.

 

Popular Posts